Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts
Tuesday, 17 February 2015
Tentang Waktu
Kalian tahu waktu? pernah melihatnya? menggenggamnya? merasakannya? tidak bukan? kenapa kita harus menunggu waktu untuk menjawab semuanya? apa kalian pernah berfikir kalau waktu tidak berpihak pada kalian? atau waktu sedang menguji kalian? atau mungkin waktu itu tidak ada? atau mungkin waktu yang diharapkan tak kunjung datang? atau waktu itu sudah lewat?
Labels:
Coretan
Monday, 30 September 2013
Perahu Kertas
Perahu kertasku kan melaju, membawa surat cinta bagimu. Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya. Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini, mencari-cari tambatan hati. Kau sahabatku sendiri. Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita, yang lama ku pendam sendiri. Berdua ku bisa percaya. Ku bahagia kau telah terlahir di dunia, dan kau ada di antara milyaran manusia. Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu, tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku cintaku padamu…Maudy Ayunda
Labels:
Coretan
Monday, 14 January 2013
Dream Light
Berikan aku cahayamu.
Disetiap gelapnya kehidupan yang sedang aku tapaki,
selangkah demi selangkah.
Aku mulai rapuh,
tanpa cahayamu aku tak mampu.
Cahaya yang selalu memberiku harapan,
tetaplah menjadi cahaya harapanku.
Jangan melebur, cahaya harapanku.
Mimpiku, cahaya harapanku.
Setiap saat aku selalu berharap.
Bisa menggenggam erat harapan.
Mimpiku, cahaya harapanku.
Jangan pernah tinggalkan aku dalam gelapnya kehidupan.
Bersama cahaya harapanku, mimpiku.
Labels:
Coretan
Saturday, 27 October 2012
Luapin, dan Lupain !!!
Itu kata yang tepat saat kita merasa tertekan sama satu masalah kawan. Emang kita itu gak boleh yang namanya pergi dari masalah, karena kalau begitu sama aja kita pengecut. Tapi kalau kita sudah ada pada titik jenuh, why not? --Haha
Sebelumnya gue gak pernah pergi dari permasalahan, karena gue sosok orang yang tak pernah menyerah --Haha (gue lebai..)
Cuma anehnya gue suka kasih masukan sama temen-temen deket gue kalau mereka lagi ada masalah, dan gue bilang ke dia "udah lupain aja..."
Jangan salah maksud kata-kata gue disitu bukan berarti harus pergi dari masalah yang ada, maksud gue itu kita harus Move On (bahasa kerennya) mencoba mengambil hikmah dengan adanya berbagai masalah. Kita mesti bebasin fikiran, kalau Tuhan masih sayang sama kita. Mungkin Tuhan gak ngasih apa yang kita inginkan, tapi Tuhan selalu ngasih apa yang kita butuhkan. Mungkin aja (dia) permasalahan sebagai titik awal untuk kita berfikir matang untuk kedepannya, baik itu dalam mengambil keputusan maupun tindakan. Jadi apa salahnya toh kalau kita Move On dari permasalahan?
Selain itu kita juga harus punya strategi atau lebih tepatnya ancang-ancang, untuk balas dendam mungkin --Haha, intinya dengan adanya suatu permasalahan kita harus punya strategi supaya gak kejebak dalam permasalahan yang sama. Cukup sekali, dan gak lagi-lagi kita disakiti olehnya (masalah).
Kawan.. Manusia itu makhluk yang berperasaan, dia gak akan sanggup memendam permasalahan dengan sendirinya. Kita butuh tempat untuk mengadu, Tuhan pastinya. Tempat untuk mencurahkan isi hati yang paling layak itu hanya Tuhan. Semua rahasia yang kita punya, gak akan ada orang yang tau. Kecuali Tuhan. Karena Tuhan sayang kita. Tapi gak ada salahnya juga kalau kita percaya sama seseorang untuk berbagi permasalahan yang kita hadapi. Mereka punya peran untuk ngasih kita masukan, apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita fikirkan. Dan semua yang kita butuhkan untuk berbagi itu Sahabat. Sahabat yang baik akan selalu mencoba membeikan hal yang terbaik, dengan menemani kita saat ada masalah misal. Memberi masukan yang berbobot mungkin. Gak cuma Sahabat yang punya peran, sosok keluarga dan pacar kadang sering menjadi bagian hal terpenting untuk setiap permasalahan yang ada. Karena dengan adanya mereka kita bisa mendapat dukungan, baik lahir maupun batin. Dengan merekalah kita bisa luapin semua permasalahan yang ada, dari tangis menjadi tawa. Sedih menjadi bahagia, tersiksa menjadi legaaa --Haha, kita bisa menangis dipangkuan mamah, di pundak sahabat, dan di pelukan pacar --Haha,
Tapi kawan lebih baik kita gagal dari tidak mencoba sama sekali, itu juga kata-kata yang cocok saat kita menghadapi masalah. Kita harus yakin, kalau disetiap permasalahan pasti akan ada jalan keluar. Jadi kunci utamanya itu keyakinan, dan kalau udah gak yakin berarti Luapin dan Lupain !!!
Sebelumnya gue gak pernah pergi dari permasalahan, karena gue sosok orang yang tak pernah menyerah --Haha (gue lebai..)
Cuma anehnya gue suka kasih masukan sama temen-temen deket gue kalau mereka lagi ada masalah, dan gue bilang ke dia "udah lupain aja..."
Jangan salah maksud kata-kata gue disitu bukan berarti harus pergi dari masalah yang ada, maksud gue itu kita harus Move On (bahasa kerennya) mencoba mengambil hikmah dengan adanya berbagai masalah. Kita mesti bebasin fikiran, kalau Tuhan masih sayang sama kita. Mungkin Tuhan gak ngasih apa yang kita inginkan, tapi Tuhan selalu ngasih apa yang kita butuhkan. Mungkin aja (dia) permasalahan sebagai titik awal untuk kita berfikir matang untuk kedepannya, baik itu dalam mengambil keputusan maupun tindakan. Jadi apa salahnya toh kalau kita Move On dari permasalahan?
Selain itu kita juga harus punya strategi atau lebih tepatnya ancang-ancang, untuk balas dendam mungkin --Haha, intinya dengan adanya suatu permasalahan kita harus punya strategi supaya gak kejebak dalam permasalahan yang sama. Cukup sekali, dan gak lagi-lagi kita disakiti olehnya (masalah).
Kawan.. Manusia itu makhluk yang berperasaan, dia gak akan sanggup memendam permasalahan dengan sendirinya. Kita butuh tempat untuk mengadu, Tuhan pastinya. Tempat untuk mencurahkan isi hati yang paling layak itu hanya Tuhan. Semua rahasia yang kita punya, gak akan ada orang yang tau. Kecuali Tuhan. Karena Tuhan sayang kita. Tapi gak ada salahnya juga kalau kita percaya sama seseorang untuk berbagi permasalahan yang kita hadapi. Mereka punya peran untuk ngasih kita masukan, apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita fikirkan. Dan semua yang kita butuhkan untuk berbagi itu Sahabat. Sahabat yang baik akan selalu mencoba membeikan hal yang terbaik, dengan menemani kita saat ada masalah misal. Memberi masukan yang berbobot mungkin. Gak cuma Sahabat yang punya peran, sosok keluarga dan pacar kadang sering menjadi bagian hal terpenting untuk setiap permasalahan yang ada. Karena dengan adanya mereka kita bisa mendapat dukungan, baik lahir maupun batin. Dengan merekalah kita bisa luapin semua permasalahan yang ada, dari tangis menjadi tawa. Sedih menjadi bahagia, tersiksa menjadi legaaa --Haha, kita bisa menangis dipangkuan mamah, di pundak sahabat, dan di pelukan pacar --Haha,
Tapi kawan lebih baik kita gagal dari tidak mencoba sama sekali, itu juga kata-kata yang cocok saat kita menghadapi masalah. Kita harus yakin, kalau disetiap permasalahan pasti akan ada jalan keluar. Jadi kunci utamanya itu keyakinan, dan kalau udah gak yakin berarti Luapin dan Lupain !!!
Labels:
Coretan
Thursday, 25 October 2012
Cukup Hari Ini
Ketika harga diri menjadi harga mati.
Tapi apa yang bisa ku perbuat, aku hanya bisa diam. Geram, dan kesal. Aku ingin marah, tapi kepada siapa?
Air dipelupuk mata sudah tak segan ingin menunjukan dirinya. Aku menahan. Aku malu. Aku lari. Dan aku menangis.
Aku percaya, suatu saat nanti semua akan terbalas.
Tapi apa yang bisa ku perbuat, aku hanya bisa diam. Geram, dan kesal. Aku ingin marah, tapi kepada siapa?
Air dipelupuk mata sudah tak segan ingin menunjukan dirinya. Aku menahan. Aku malu. Aku lari. Dan aku menangis.
Aku percaya, suatu saat nanti semua akan terbalas.
Labels:
Coretan
Wednesday, 24 October 2012
Moon
Sudah lama aku tak melihatnya. Seperti apa dia sekarang? Apakah cahayanya masih seperti dulu? Memancarkan pesona tersendiri. Ketenangan. Setiap kali aku melihatnya. Tapi sekarang, rasanya aku sangat rindu sekali. Aku ingin melihatnya. Aku butuh ketenangan malam ini. Rasanya indah jika aku ditemani cahayanya, tidurpun nyenyak.
Cahaya yang tak pernah redup. Hanya saja selalu terbatas waktu dia untuk menemaniku. Tak ada yang mampu memberikan ketenangan selain dari cahaya terangnya. Andai saja malam ini aku dapat melihatnya, aku akan mengajaknya untuk berfantasi dengan khayalku. Rasanya akan indah. Dan kini aku hanya berfantasi dengan khayalku untuk melihat cahayamu. Andai saja, malam ini aku mampu untuk melihatmu. Aku ingin tertidur lelap malam ini. Temani aku. Moon.
Cahaya yang tak pernah redup. Hanya saja selalu terbatas waktu dia untuk menemaniku. Tak ada yang mampu memberikan ketenangan selain dari cahaya terangnya. Andai saja malam ini aku dapat melihatnya, aku akan mengajaknya untuk berfantasi dengan khayalku. Rasanya akan indah. Dan kini aku hanya berfantasi dengan khayalku untuk melihat cahayamu. Andai saja, malam ini aku mampu untuk melihatmu. Aku ingin tertidur lelap malam ini. Temani aku. Moon.
Labels:
Coretan
Wednesday, 17 October 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)

